Yuk, Follow me.. biar gak ketinggalan postingan terbarunya ;)

Follwers

Selasa, 02 Januari 2018

Tinta Kehidupanku Telah Habis

Januari 02, 2018 0 Comments


Pagi itu aku terbangun dengan sendirinya, kulihat jam di sampingku sedang menunjukan pukul 3 pagi. aku tak tau kenapa akhir2 ini aku  terbangun tepat jam tiga pagi. aku kembali memutar memori ku berlawanan searah jarum jam. dan aku mulai teringat, jam tiga tepat dimana biasanya aku menelfon arin. tapi kini aku hanya bisa terdiam saat aku terbangun tepat pukul tiga malam. sampai sekarang aku tak tau  apa maksut dan tujuan arin bersikap dingin seperti ini padaku. dan aku sudah kehabisan akal harus bagaimana lagi untuk mencari alasan mengapa ia tega melakukan ini kepadaku. segera mungkin aku menggelengkan kepalaku dengan cepat. dan aku memukul2 kepalaku agar aku tidak mengingat semua itu.
kulirik hp ku yang sedang bersantai di atas meja, aku tak tau kenapa penglihatanku selalu mengarah ke benda itu. ku ambil hp ku dengan segera, aku tak mengerti apa maksut dari semua ini. jari tangan ku tak henti menekan tombol kontak dan berarah ke suatu nama yang sangat hafal ku lihat bentuk hurufnya. Arin, ya Arin. tanpa pikir panjang aku langsung menekan tombol hijau di hp ku. ya, aku rasa aku harus segera bicara padanya. untuk mencari alasan dari semua ini.
dering hp masih ku dengarkan, sudah tiga kali aku mencoba dan itu semua tidak ada hasil yang memuaskan. aku memutuskan untuk mencoba sekali lagi. aku yakin Arin belum tidur, ntah mengapa keyakinanku sungguh kuat. aku harap ia akan menerima panggilan dariku ini. dan sekarang aku mendengar suara lembut dari jauh sana "halo" detak jantungku begitu berdegup kencang saat aku mendengar suara lembut itu kembali. aku harap disini arin mau memberitahuku.
"arin, maaf kalau aku mengganggumu tidur tapi aku butuh bicara denganmu" sambar ku tanpa henti.
"apa yang mau kau bicarakan?" terdengar hembusan nafas yang dalam dari seberang,
"aku hanya ingin kau..." terdengar suara lembut yang memotong omonganku, aku hanya terdiam dan mendengarkan omongan itu dengan hikmat
"kau hanya ingin aku menjelaskan akan sikapku? apa itu penting? lagi pula kau akan tahu sendiri suatu saat nanti". aku sangat terkejut mendengar kata2 arin yang sangat menusuk di dadaku. belum pernah arin berkata sekeras ini padaku.
 "arin, kamu tolong dengarkan aku. aku tau jelas kamu itu gimana, karna kita udah lama bersama. aku hafal gimana kamu, kemana arin yang dulu?". suasana hening mulai terasa, aku merasa kata2 ku telah menyakitkan hatinya, karena aku terdengar isakan tangis dari jauh sana, aku yakin kalau arin sedang menangis.
 "arin, maafkan aku. aku tidak ingin kau menangis. yasudah jika kau tdk bisa menjelaskan padaku tidak apa2. maaf kan aku sudah melukai hatimu. arin.." ku tarik nafas dalam2 untuk melanjutkan kata2 terakhirku.
 "aku sayang kamu, maafkan aku jika aku telah menyakitimu. ya kamu benar mungkin suatu saat aku akan dapat jawaban dari semua ini. jaga dirimu baik2 aku tdk akan pernah bisa melupakanmu. selamat malam"
aku rasa inilah malam terakhirku untuk bicara dengan arin. Aku sangat menyayanginya. Aku tak mengerti kenapa ia tega berbuat ini. Tapi, setiap perbuatan pastilah ada alasan. Ya aku harap aku bisa mendapatkan alasan yang sebenarnya. Tanpa terasa air mata menetes di pipiku. Aku teringat kata2 mama  sewaktu aku masih kecil. Anak laki2 dilarang keras untuk mengeluarkan air mata. Karena anak laki2 harus menjadi seseorang yang kuat. Tapi aku tidak perduli kata2 itu untuk malam ini. Aku rasa ini adalah malam yang sangat menyakitkan bagiku. Aku tak tahan lagi untuk melanjutkan kehidupanku ini.

~*~

Tanpa ku sadari jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Aku tertidur setelah kejadian malam tadi, aku merasa kepala ku sangat berat, sakit sekali rasanya. Ingin rasanya aku tidak kuliah, tapi aku harus datang karna ini ospek hari pertama ku di kampus.
Kemarin, bik yati membantuku untuk menyiapkan peralatan yang ku gunakan untuk hari ini. Bik yati adalah pembantu dirumah ku, ia sangat rajin, ligat, dan aku sangat sayang dengannya. Aku telah menganggap bik yati sebagai ibu ku sendiri. Terkadang jika aku kangen mama ku, aku cerita dengan bik yati. Dengan bik yati lah aku bias merasakan sedikit kasih sayang dari seorang ibu. Karna orang tua ku telah bercerai sejak aku kelas 3 sekolah dasar. Saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengerti arti dari sebuah perpisahan. Tapi sekarang sakit rasanya jika aku melihat anak2 yang bisa merasakan dan mendapatkan kasih sayang penuh dari keluarganya. Tapi aku bersyukur Allah mengirimkanku bik yati.
Aku berkumpul bersama anak2 baru yang lainnya. Mengenakan seragam serta perabotan yang sama dengan mereka. aku bahagia dengan hari ini. Tapi kebahagiaanku berkurang karna tidak ada Arin lagi disampingku.
Dari kejauhan aku melihat Virgo sepupuku. Dia satu tahun di atas aku. Aku segera pergi ke arahnya, dan menyapa dengan hangat saudara ku itu. Tapi apa yang salah dengan kehadiranku disini.  Virgo dan teman2nya melihatku dengan tatapan sinis. Tidak ada satupun senyuman yang dilemparkan kepada ku.
“mau ngapain kesini?” aku terkejut mendengar sapaan Virgo begitu tajam kepadaku. Aku merasa aku sama sekali tidak mempunyai kesalahan, tapi mengapa sambutan itu keluar dengan kata2 yang tidak mengenakan. Tanpa ku sadari satu tumbukan melayang di wajahku, aku terdiam tak mengerti akan semua ini
 “maksut kamu apa go? Apa aku salah menegurmu?” virgo menjawab pertanyaanku dengan pukulan diwajahku dan tendangan diperutku, hingga aku terjatuh karnanya.
“maksutnya apa go? Apa salahku? Omongin baik2” aku berusaha berdiri sambil memegang bagian badanku yang sakit. Dan kali ini Virgo hendak melayangkan satu pukulan kembali dan aku berhasil menahannya. Dan inilah kali pertamanya aku bertengkar hebat dengan Virgo. Dan aku tidak tau apa sebabnya. Akupun bergi meninggalkan Virgo dan teman2nya dengan penuh amarah dan tanda Tanya besar. Virgo saudaraku tiba2 menghajarku tanpa alasan yang ia keluarkan. Itu sangat jadi pertanyaan besar bagiku.
Waktu istirahat pun tiba, beberapa jam lagi kami akan diperbolehkan pulang. Semua mahasiswa baru bergerombol saling bercerita. Aku hanya duduk sendiri dengan sebuah minuman di depanku. Aku masih memikirkan apa yang terjadi dengan Virgo. Sampai ia melakukan ini semua. Ia tidak pernah seperti ini kepadaku. Aku merasakan nyeri di sekujur tubuhku. Ku pegangi bagian tubuhku yang sakit. Aku tak tahan menahan rasa sakit ini, tanpa terkecuali rasa sakit di kepalaku, akhir2 ini aku memang sering sakit kepala, tapi mungkin ini hanya karna banyak pikiran saja.
“’kamu baik2 saja kan?” ku dengar suara wanita disampingku, ku lihat siapa wanita itu ternyata arin. Aku sangat terkejut. Rasanya rasa sakit di badan ku hilang seketikan ketika arin disampingku.
 “aku gak apa2 kok rin” ku jawab pertanyaan arin dengan senyuman ku yang sebagus mungkin”. Ku lihat tatapan arin begitu tajam ke arahku.
 “baguslah, aku harus memberi tahumu sekarang agar kau tdk bertanya2 lagi”. Aku sedikit mengerti maksut pembicaraan arin kali ini.
 “oh jadi kamu mau memberiku alasan?” arin hanya menjawab dengan anggukan kecil, arin menangis sebelum menjawabnya. Dan ia segera bicara sambil terisak tangis
“maafkan aku, virgo menghajarmu karna aku” aku terkejut mendengar nya, dan aku sedikit tak mengerti virgo dan arin tdk pernah ku kenalkan. Dan mereka tdk pernal kenal.
“maksut kamu apa arin?” ku tatap mata arin lekat2
“aaa..aakuu..aku udh jadian sama virgo, maafkan aku ren, aku sayang kamu tap..tapii aaahhh” jawab arin dengan isakannya
“apa?? Jadi kamu mutusin aku karna itu? Arin, kamu sayang aku. Tapi kenapa kamu ngelakuin ini?” aku merasa level emosiku sudah membludak.
 “aku gak tau ren, aku bodoh, aku takut dengan virgo, aku takut kalau ak tdk nerima dy aku takut kamu yang jadi sasaran. Maafkan aku ren” aku menahan air mataku yang sedikit lagi jika ku kedipkan mataku air mataku akan terjatuh. Aku merasa semua kehabagiaanku hilang. Keluarga ku hancur, orang yang ku cintai kini sudah tdk milik ku lg. lagi pula aku harus menghormati virgo sebagai saudaraku. Dengan kata lain aku harus mengikhlaskannya.
“kamu jangan menyalahkan diri kamu seperti ini. Aku sayang kamu arin, aku gak mau ngeliat kamu harus sedih seperti ini. Aku sudah biasa merasakan seperti ini. Mulai sekarang lupakan aku. kamu sudah milik virgo. Kalau kamu butuh ak kamu bisa hubungin aku, aku akan selalu ada buat kamu. Aku sayang kamu. Trimakasih sudah jdi bintang di kedupanku. dan sekarang Jadilah bintang di kehidupan virgo. Aku dan virgo sama. Kamu bersaudara. Kamu ingat itu arin. Tetaplah seperti arin yang ku kenal. Yang tidak pernah bersedih” aku berusaha tegar aku merasa akan lebih sakit jika orang yang kita sayang menangis dihadapan kita.
“maafkan aku ren” aku tersenyum dan kemudian meninggalkan arin.

~*~

*SETAHUN KEMUDIAN*

  Aku sudah mulai terbiasa dengan tidak adanya arin di kehidupanku. Tapi terkadang, rasa sakit menghampiriku ketika aku melihat arin bersama virgo. Aku taak mengerti, aku tersenyum tetapi hatiku masih manangis. Aku benci mengingat kenangan ku bersama arin. Dan aku benci jika ingatan itu terlintas di pikiranku. Aku harus belajar mengikhlaskannya.
“aaaahhkkcc” teriak ku tanpa sadar sambil memegang dan menarik2 kuat rambutku. Ahh kepala ku kambuh lagi sakit sekali rasanya. Tidak sanggup aku menahannya. Tiba2 bik yati berlari dari dapus bertanya cemas knpa ku “knpa ren? Sebentar bibik panggilkan taxi kita kerumah sakit ya.” Aku memberikan isyarat tidak kepada bik yati, tetapi bik yati sudah pergi. Ia begitu kawatir dengan keadaanku. Tdk begitu lama bik yati membopongku ke dalam taxi. Aku dan bik yati segera ke rumah sakit.
Dokter telah memeriksa apa penyebab sakit kepala ku ini. Aku menganggap ini biasa saja. Mungkin karena kecapekan mikir tugas2 kuliah. Aku dengan santai menunggu hasil test ku sambil mendengarkan music. Sedangkan bik yati dengan cemas  menunggu hasil test itu.
“jangan terlalu lebay gitu lah bik, aku gak kenapa2 kok”ucapku.
“ iya ren, mudah2an kamu gak kenapa2. Bibik sayang sama reno”. Aku terdiam mendengarnya. Aku ingin papa dan mama mengucapkan itu ke aku, tapi mungkin aku gak pantas untuk mendapatkan ucapan itu dari mereka.
Dokterpun keluar dari ruangannya membawa sebuah map hasil test ku. Bik yati segera menghampiri dokter dengan sigap. Aku hanya melihatnya acuh sambil kembali santai mendengarkan musiku. Tiba2 bik yati menangis melihat hasil test ku. Ia menghampiriku dan memelukku erat dengan tangisannya. Aku bingung dengan semua ini. Kemudian ku lihat hasil test itu dan ternyata aku mengidap kanker otak stadium akhir. Aku sangat terkejut, aku tdk bisa berkata apa pun, aku menangis, seluruh tubuhku terasa mati rasa, aku terjatuh, aku tak tau harus bagaimana menjalankan sisa2 hidupku.
Sesampainya dirumah aku hanya bisa terbaring lemas di kamarku, bik yati segera membuatkanku resep2 dari dokter yang ia dapatkan tadi. Aku merasa hidupku begitu singkat. Aku ingin merasakan kebahagiaan yang utuh. Kenapa begitu sulit aku mendapatkan semua itu ? semahal apa kehbahagiaan itu? aku harus berusaha membuat orang yang kucintai merasa bahagia. Walaupun aku tdk merasakan bahagia itu, tapi aku dapat membuat mereka bahagia di sisa hidupku ini.
Aku berjalan menuju ruang tamu. Kulihat bik yati sedang berbicara dengan wanita paruh baya di hadapannya. Aku cukup mengenali wanita itu. dia orangtua virgo sepupuku. Ntah apa tujuan nya aku tak peduli.
Aku kembali ke kamarku dengan membawa semangkuk sup. Aku merasa badanku begitu lelah, untung saja bik yati membuatkanku sup kesukaanku. Ku lihat hp ku yang tergeletak di atas kasur. Aku meihat tiga panggilan yang tak terjawab. Dan ternyata arin, setahun sudah dia tidak menghubungiku dan kini ia menelfonku. Ada apa ini??? Ku coba menelfon dia kembali dan sama sekali tidak ada jawaban.
Kembali hp ku bordering dan ku baca di layar hp ku arin tengah menlfonku. Ku tekan tombol berwarna hijau di hp ku. Ku dengarkan suaranya perlahan. Aku mendengar sepertinya ia sedang menangis
“arin, kamu kenapa menangis? “ tanyaku tanpa basa-basi. 
 “aku kangen kamu” mendengar alasannya aku langsung tertawa
“kenapa kau menertawaiku” seketikan aku tawa ku terhenti
“oh tidak, aneh aja kamu nangis Cuma kangen aku. Lagian kamu udh milik virgo, gak baik seperti itu” ku lanjutkan perkataanku
“ehm jangan kamu dengarkan perkataanku, maksutku jika kamu kangen aku, datanglah kerumahku. Aku akan menjemputmu sekarang ya” aku merasa salah tingkah di depannya.
“ya aku tunggu kau”’ dengan segera aku meninggalkan sup kesayanganku untuk menjemput arin terlebih dahulu. Aku pergi tanpa berpamitan dengan bik yati, karna jika aku pamit dengannya ia pasti tidak akan mengizinkanku.
Ku tekan bel yang ada di depanku. Dengan cepatnya arin membukakan pintu untukku. Aku tersenyum kpd nya “ayo” dia memerhatikanku begitu tajam tanpa senyuman.
“kamu kenapa arin? Ayo” ajak ku sekali lagi
 “kamu sakit?muka mu begitu pujat, kulihat tubuhmu tdk fit” aku berusaha menutupi apa yang ku alami skrg, karna aku tak mau arin mengasihaniku.
 “ah tidak, aku biasa aja, percayalah” kututupi akhir kalimat ku dengan senyum yang meyakinkan.
Sesampainya dirumahku aku mengajak arin nnton .
 “rin, aku tinggal sebentar ya. Aku akan mengambilkan kamu sup” arin menjawab dengan anggukan kecil. Saat aku kembali ku lihat arin sedang memegang suatu kertas.
“apa yang kamu baca rin?” tanyaku
 “oh ini Cuma struk belanja kamu aja” jawabnya. Aku harap dy tdk membuka dan membaca hasil test ku, ak tidak mau dia mengetahui semua ini.
“rin, kenapa diam? Kamu tidak suka?” tanyaku
 “suka kok, enak pasti bik yati yang masak” itu sudah pasti. Hehe

Tanpa ku sadari virgo datang kerumahku, dan tampaknya ia akan marah besar kpd ku.
“hey kau pecundang, jangan kau ganggu arin” aku melihat arin ketakutan, dan kubisikan kecil kpd arin  saat aku akan berdiri
“jangan takut, aku akan melindungimu” aku bergegas menuju tempat dimana virgo berdiri.
 “sabar virgo, aku yang menelfon arin karna aku kangen dengannya, maka ku jemput dy dan kubawa kesini”  aku melihat luapan emosi di mata virgo tampak jelas dan tanpa ku sadari virgo menghajarku untuk yang kedua kalianya. Aku tak bisa berbuat apa2, aku tak sanggup melawannya akuhanya terdiam. Melihat tidak ada reaksi dariku virgo diam hanya bisa melihatku. Aku menolehkan pandanganku ke arin. Aku melihat dia menangis. aku benci melihat dia menangis. ku lihat di sampingnya bik yati pun nangis. Ya allah kenapa wanita2 ini.
“virgo!!! Aku tdk suka dengan caramu” arin segera menarik tangan virgo keluar rumahku dan kemudian mereka meninggalkanku. Bik yati kemudian membopongku ke kamarku. Dan kemudian aku merasakan jiwaku melayang jauh, dan aku terlelap.

~*~

Aku terbangun dari tidurku ku buka mataku dan aku melihat aku berada di tempat yang berbeda, aku mengenakan berbagai macam alat2 yang tidak ku ketahui fungsinya. Aku melihat orang2 disekelilingku. Sereka semua tersenyum kepadaku dengan air mata dipipinya.
“mama,papa,arin,bibik,virgo” ku sebutkan masing2 dari mereka.
 “aku dimana? Kalian kenapa menangis?” bik yati kemudian menjelaskan bahwa aku tidak sadarkan diri dua hari.
“kenapa mama dan papa disini?” aku heran dan aneh melihat mereka ada dihadapanku.
“maafkan mama dan papa ren, kami sayang reno” ucap mama sambil menangis. aku hanya tersenyum mendengar kata2 dari mama
 “ya, ternyata kebahagiaan itu mahal. Reno udh senang bgt bisa melihat mama dan papa di depan reno. Ya memang mahal kebahagiaan itu. reno harus dengan kondisi seperti ini dulu baru reno bisa ngerasain ini” mendengar ucapanku mama dan papa menangis. aku gak tau mereka hanya sekedar sandiwara atau apa ntah lah. Ku pandang disudut sana virgo sedang menangis, aku gak tau apa maksut dia menangis disini. Aku gak perduli.
 “arin” ku panggil arin dengan suara lirih. Dan arin pun menghampiriku
“jangan menangis J” ku ucapkan sambil aku tersenyum agar arin tdk menangis
“kamu harus kuat ren, maafkan aku aku gakbisa disamping kamu saat kamu sakit” .
“gpp rin, makasih udh mau nemanin aku nonton, aku sayang kamu. Jaga hubungan kamu dengan virgo” ku tatap seluruh orang diruangan itu satu per satu. Merekalah yang telah member warna dan menggoreskan bermacam2 tinta di buku perjalanan ku.
“semuanya , reno sayang kalian. Reno capek, reno mau tidur dulu. Jangan lupain reno” aku menutup mataku dan aku merasakan jiwaku melayang terbang ntah kemana arahnya. Ku lihat orang2 yang menangis dari ketinggian. Aku sangat menyayangi mereka .


~selesai~


Main-main ke Bandung Jawa Barat

Januari 02, 2018 2 Comments
Assalamualaikum teman2......

Sudah lama rasanya ga nulis lagi, Insya allah ditahun baru ini mau ngerutinin posting disini, minta doanya ya teman2 semoga bisa ngimbangin antara kesibukan ngurus tugas akhir dengan nulis postingan terbaru juga disini.

Kali ini, aku mau cerita sedikit waktu main ke bandung, hmm sebenarnya sih udah lama tapi ya gpp lah ya baru di postingin :D btw, aku kebandung sekalian jalan ke sukabumi yang kemarin. Nah, bagi teman2 yang belum baca gmna serunya main ke sukabumi kalian bisa cek disini

Perjalanan kemarin sebenarnya ada agenda Study Parlemen dari kampus. Jadi rutenya itu Jakarta-Bandung. Nah, kebetulan ada temen dijakarta, jadi mampir misah dengan orang kampus di hari terakhirnya. Nah disitulah pertualangan ke Sukabumi dan Bogor dimulai. Jadituyah, sebenarnya kaya trip ke Jawa Barat secara tidak langsung. 

Kembali ke judul pembahasan kita kali ini, aku gak banyak ngabisin waktu di Bandung. Kira2 sekitar satu hari semalaman aja gitu, soalnya keburu dengan agenda yang sudah dijadwalkan. Tapi, jadilah ya. Ada pengalaman yang nambah. Karena this is my first time going to Bandung, aku gak banyak belanja apa2, karena kalau belanja dibatam lebih heboh. Aku cuma nikmati iklim Bandung yang suupeerr bikin betah di Bandung. Secara, aku kuliah di Pekanbaru and then udaranya gak jauh beda dengan kota asal aku Batam, panas panas eksotis gitu wkwkkw :D Perjalanan selama dibandung aku ke Floating Market, Rumah Mode, Gedung Sate dan Alun2 Kota Bandung, Farm House, Hmm apalagi ya.. itu aja deh sepertinya.

Untuk selanjutnya... Kita main2 kemana lagi ya ?? Jogja yuukkk :))))))

Salam
Widia Kusuma Wardani

Gedung Sateee


Farm House Susu Lembang

Floating Market

Farm House jugaa

Senin, 29 Mei 2017

Main2 ke Sukabumi-Jawa Barat

Mei 29, 2017 10 Comments
Assalamualaikum.......

Gimana puasanya hari ini? masih lancar kan? masih lah yaa, baru juga hari ke-empat xixixi....

Hari ini aku mau cerita sedikit ajahh tentang perjalanan ku ke Sukabumi-Jawa Barat. ahhh ini tempat sungguh sungguh indah luar biasa.... gatau mungkin aku yang terlalu semangat sehingga terlihat berlebihan gitu yaa haha.. eh tapi serius loh, ini tempatnya recomended banget buat yang jenuh dengan kehidupan hiruk pikuk perkotaan *like me :D* 

Aku sampai bingung mau mulainya dari mana haha.. yaudah dari sini aja :D
Nah, jadi gini, februari semalam aku ada kegiatan dari kampus ke jakarta-bandung itu sekitaran 4 harian gitu.. nah, balik dari bandung aku ke jakarta lagi nebeng hidup ceritanya :D

Aku lupa tepatnya di jakarta apa ya temen aku, itu lohh yang dekat perumahan klender dekat kampus Uhamka. sekitar situ deh pokoknya.. nah, jadi sesampainya aku disana besoknya langusng deh aku dan dua orang temen aku berangkat menuju sukabumi *yeeeyyy :D* berangkat naik kereta api lagi.. ah sumpah ini aku katrok banget deh, habis ya, aku dari kecil dibatam, sepala merantau ke pekanbaru.. lah ga jauh beda batam-pekanbaru, sama2 panas, sama2 gak ada wisata alam kayak di daerah jawa gitu, ga ada jalur kereta api, gitu dehh... jadi harap maklum sedikit ya wkwkwk :D :D
temen2 tau ga? aku tuh pingiiinnn banget megang gimana sih padi itu, bentuk dan wujud nyatanya gimana.. kan selama ini padi itu aku cuma bisa digambarin aja, itupun gambaran masih kaya anak SD, gambaran yang legend bangeetttt seantero anak SD tahun 90'an wkwkw.... nah, balik lagi ke keinginan aku megang padi, aku sebelumnya udah pernah lihat sawah waktu aku ke medan, cuma liihat aja sih gimana sawah itu, tapi ga sempat main dan pegang padinya karena keburu waktu sama ayah kemarin hiks hiks sedihh.. jadilah keinginan aku itu terwujud.. aku berhasil menggapai cita2 ku untuk megang padi di Payakumbuh-Sumbar *assseeekkk* haha... gilaa itu sensasinya yaaa... aku seperti orang idiot wkwkw.... ketawa2 sendiri karena berhasil memecahkan satu rasa penasaran aku..

Setelah keberhasilan ku memegang padi, aku masih ada keinginan nih, sebagai anak kecil *cih anak kecil, udah tua mah :D* yang wajib dituruti keinginannya, aku mengutarakan keinginanku untuk bermain disawah. nah, lihat sawah udah, pegang padi udah, main disawahnya beluummmm.... Tapi, aku sudah melengkapi ketiga hal itu hahaha............. 

dih gila yah... kesimpulannya tuh gini:
Lihat sawah di Medan --> Megang padi di Payakumbuh --> Main ke sawah di Sukabumi
sebenarnya.......
masih ada keinginan yang belum komplit...
belum ada kesempatan untuk ikut gimana nanam padi dan manennya.......
kalau dilihat di tipi2 tuh seru gituuu....
hahaha :D :D

Selain main kesawah, liburan di sukabumi kemarin juga mampir ke air terjun.. aduuhh ya allah aku lupa apa namanya.. intinya curug yang di dalam objek wisata pondok halimun..
eh gilaa,, ini ya aku kirain rendah gitu, sebentar ngejangkau kesana.. ternyata..........
kalau diajak kedua kalinya ngedaki aku nyerahh, ga kuat...

Jadi gini perjuangkuh sampai kesanaaa :
naik, turun, kepeleset, bangun lagi, kepeleset lagi, bangun lagi...........
huft, yaah tapi ya memang perjuagan tidak akan mengkhianati hasilnya... ini curug ya indaaahh bener...
masih bersih, asri, dinginnya jangan ditanya.. :D :D

kayanya cukup sampai disini dulu deh ya... ini ngeblog masih pagi, mau lanjut sipa2 ke kampus. eh iya hari ini aku praktik PPL 1, mohon doanya yaahh
:) ;)

btw....
cita-cita ku sungguh sederhana........
semoga diperjalanan berikutnya aku punya kesempatan bermain dengan alam lagi xixixi :D *jadi malu* :D

Salam
Widia Kusuma Wardani
ini nih, didalam kereta api... this is my first time, naik kereta api tuut tutt tutt :D

Gunung salak masih ditutupi awan, di sawah eyang kemarin

btw, aku kesawah ditemanin adik2 teman kuhh.. miss you..
besok main2 kebatam balik yaa :D

mereka juga ikut ceria :D

sorry, kaya anak kecil.. ah bodo amat yang penting bahagiaa :D




dibawah, saat baru sampai mau bayar tiket masuk.. masuknya kemarin 15rb/org

tampak dari depan jalan menuju curgnya...



ini dari atas ya.. perjalanan saat ngedaki ahh capeknyaa...

Bisa ga... udaranya pindahin ke batam... haha  :D


daannn taaraaa....


sampaaiii...
nikmat mana lagi yang kau dustakan??

Minggu, 28 Mei 2017

Disabarin ajaaa

Mei 28, 2017 0 Comments
Assalamualaikum..

Sedikit cerita dimalam ini, cerita yang bersumber dari pengalaman pribadi, yaa mungkin sebagai pelajaran pribadi juga, atau bisa juga sebagai ilmu yaa mungkin.. haha apapun itu yang penting ini membuat ku takjub akan kuasa dan keberkahan Allah SWT yang diberikan kepada ku..

Musibah datang tanpa salam, 
musibah datang tanpa ku undang,
ya begitulah perumpamaannya saat itu..

kejadian itu terjadi pada siang hari,
Aku kehilangan sejumlah uang ku yang sengaja di ambil secara sepihak oleh seseorang yang duduk tepat disamping ku, tanpa sadar aku merasa ga ada yang salah, maksutnya semua dalam keadaan baik. namun seketika aku sadar kalau ada barang bawaanku yang diambil olehnya, tasku tebuka, dan aku langsung melihat serta memeriksa keseluruhan isi dari tas ku. dan ternyata aku kurang beruntung... semuanya udah hilang, lenyap, ludes, gatau mau bilang apa lagi haha..

sakit sih hati sebenarnya, kenapa beliau tega gitu ngambil sesuatu yang bukan haknya. aku ga tau apa faktor pendorong dia melakukan itu, yang jelas pada saat itu aku sangat syok..

Saat aku sampai kost, aku ga tau harus ngomong gimana ke ortu... tapi hati ini ga tenang kalau ada sesuatu yang aku simpan sendiri, karena udah sering cerita ke mama dan ayah kalau ada apa2 jadi ga bisa nyimpan masalah ini..

Aku punya orang tua yang luar biasa istimewa.. Mama membantuku untuk ikhlas *walaupun sulit saat itu untuk ku haha :D* dan ayah memberiku siraman rohani dengan kata2nya yang selalu mampu membuatku tenang. seketika setelah semuanya aku ceritakan ke mama dan ayah aku bisa sedikit merelakannya.

setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian aku nerima kabar dari mama kalau salah satu orang yaaa mungkin bisa dibilang sudah jauh keberadaannya, hmm maksutnya udah lama ga ada kabar gitu ke mama haha susah gimana nulisnya ya wkwk :D.. intinya tante itu datang ke mama dan ngasih sesuatu yang menjadi hak mama, padahal itu sudah lamaa sekali, sampai mama lupa kalau dia masih memiliki kewajiban atas pemenuhan hak mama.. kemudian, rentang beberapa hari lagi aku dengar kabar kalau beasiswa keluar, dan yang terakhir aku dapat arisan wkwkkw :D *yaa lumayan yang terakhir bisa diganti untuk simpanan dan pegangan serta pemenuhan kehidupan anak kost wkwk :D*

Dari inti ceritanya, Musibah yang datang harus diimbangi dengan kesabaran *walaupun sulit, sekali lagi aku katakan ini sungguh sulit, namun kita harus tetap mencoba* dan ALLAH SWT memberikan rezeki dari pintu yang tidak kita duga. 

ALLAH SWT berfirman: 

Allah menyukai orang-orang yang sabar (Q.S. Ali Imran [31]: 146)

Kesabaran itu ada 3, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah; sabar terhadap hal-hal yang diharamkan Allah; serta sabar atas musibah dan ketika mendapat goncangan jiwa. Yang terakhir inilah yang paling utama.


Semoga kita selalu senantiasa dapat bersabar dari segala hal..
Ingat teman, sejatinya kesabaran itu tidak berbatas..
Jadi jangan pernah mengatakan "Kesabaran saya sudah habis" 
:D

Salam
Widia Kusuma Wardani