Belajar dari daun

Pada saat api menyala, cahaya padam berbeda.
Pada saat embun berbicara, sentuhannya menusuk hingga kesukma.
Daun kembali menoleh kepada siapa ia harus bertanya.
Bertanya mengapa harus dirinya yang jatuh ke api menyala.
Bertanya mengapa harus dirinya yang jauh menduduki singgasananya.
Namun, daun tak pernah mengeluh ataupun memberontak akan takdir yang dilaluinya.
.
.
Sedikit sajak untuk menggambarkan keadaan hati dan pikiran saat ini :)))

Sajak sejak tadi

Ketika malam menyambut pagi
Ketika angin tak henti mengiringi
Ketika hujan menghampiri bumi
Ketika itu pula aku merindu akan kasih mu
.
.
Malam tak pernah bosan akan kesunyian
Angin tak pernah gundah akan kegelisahan
Hujan selalu mampu menyisahkan kesan
.
.
Hati bagai hamparan lembah yang terlukis kisah
Pikiran ini pun menari dengan sangat hati-hati
Jemari yang syahdu berlari diatas papan qwerty
Oh tuhan, Indahnya nikmat ini
.
.

Sedikit sajak yang aku tuliskan untuk mewakili perasaan dan kesukaanku akan waktu 1/3 malam. Yah, waktu dimana Allah SWT akan mendengar doa-doa setiap hambanya yang meminta. Tapi, jauh daripada itu, aku suka waktu ini ialah karena udara yang sejuk, dingin, membuat pikiran terasa relax.

Aha! "Apa sih yang biasa dilakukan tengah malam gitu, apa gak takut?" Well... sebagian teman2 sering bertanya spt itu. Nah jd biasanya pada jam2 segitu aku lbh sering ngebaca buku, buku-buku borongan ku masih banyak yang belum terjamah haha..

Selain untuk ngebaca buku, pada jam2 segitu pemikiran juga sangat fresh, so you can find what you want in you mind. Kalau menulis pada jam 1/3 malaman, aku ngerasa akan mendapatkan hasil dan pemikiran yang berbeda, ya mungkin karena sumpek dgn rutinitas di siang hari, atau gimana aku gatau juga haha.
Rutinitas setiap hari juga ga terlalu padat (aku rasa, dibandingkan dengan rutinitas semasa SMA).

Jika ada wakti dan kesempatan, boleh dicoba untuk menjadi makhluk nokturnal. Ga begitu buruk aku rasa. Asalkan tetap dpt jadwal tidur yang cukup ;)

Sekian dan terimakasih.
Salam, Widia Kusuma Wardani~

Aku menemukan satu dunia baru (lagi)

Jarum jam menunjukan pukul 11:37 malam saat aku menuliskan ini, satu inspirasi yang aku dapatkan dari lingkungan dimana aku berada saat ini, yang mana dari lingkungan inilah inspirasi ini muncul.

Tangan ini begitu ringat untuk melangkah ketika aku menggerakannya menuju tempat dimana secarik kertas dan peralatan menulisku ku letakan, seperti adanya sebuah rencana yang telah di rencanakan, tangan dan otakku terampil mencoret-coret secarik kertas yang ada tepat di hadapanku. "I Can't Stop My Finger".

The Way To Improve Your English

How is your ways to improve your English skill?

I am improve my English skill with the music. Why I choice the music for improved?
because the music have many word and we will feeling happy when we studying all at once singing.

Do you want to improve your English skill with a teacher ?
you can study with pay some people and they are will be your teacher and will teach you everything about English. But I want ask, how about someone while they are want to improve their English but they are not have much money for pay a teacher? 

I HAVE A BIG SOLUTION !!!

If you want to improve your English skill but you do not have much money for pay a teacher, you can study use English site.

here I have the best English site for you. there is we can study about English, same like study with a teacher.

you can visit HERE !!!
Click it when you want to improve your english.

ITS FREE !!!

I will share to you another site when I have free time anymore.
See you . . . .

I'm Happy to shared with you :)

Regred
Widia Kusuma Wardani

Satu Jiwa Pancasila (Cerpen)

Satu Jiwa Pancasila
Oleh : Widia Kusuma Wardani


“kaki ini terus melangkah menyusuri indahnya negriku, negri yang semua orang tahu akan keindahannya, negri yang semua orang tahu akan kedamaian dan ketentraman yang ada di dalamnya, serta negri yang terdapat berbagai macam kebudayaan unik yang tersebar sampai ke penjuru tanah airku ini.
Tidakkah kalian semua mengerti akan arti dan makna semua keindahan serta keanekaragaman kita ini? Tidakkah kalian paham akan berbagai macam unsur-unsur pemersatu keanekaragaman kita ini? Disinilah kita mulai, disinilah kita mengenal akan semua potensi yang ada di dalam tanah air kita ini.”